Akhirnya Puas Upgrade Asus Zenfone 5 Menjadi Xiaomi Redmi 3

Upgrade gadget menjadi salah satu kebutuhan bagi sebagian orang. Tujuannya adalah untuk mengganti tekhnologi lama dengan tekhnologi yang lebih baru. Selain itu kita juga akan mendapat model gadget yang kekinian karena sesuai dengan zamannya. Misalnya saja upgrade smartphone.

Tekhnologi yang digunakan pada smartphone keluaran tahun ini dengan smartphone 2-4 tahun yang lalu tentu sangat berbeda. Waktu itu rata-rata smartphone android masih memiliki RAM 512 MB dengan versi android terbaru Kitkat. Itu sudah menjadi incaran para penggemar smartphone. Kalaupun ada smartphone android ber-RAM 1 GB atau lebih pasti dibanderol dengan harga yang sangat tinggi.

Tidak hanya soal RAM. Perbedaan yang sangat terlihat lainnya adalah dari bentuk/dimensi smartphone itu sendiri. Awal kemunculan smartphone android kebanyakan berlayar cukup kecil, 3 inchi atau 4 inchi itu sudah lumayan dan enak digunakan. Tapi untuk masa sekarang saya rasa sangat kurang dan bisa dibilang jadul karena smartphone android saat ini lebar layar umumnya 5 inchi dan 6 inchi.

Dari segi prosesor, smartphone terdahulu masih menggunakan spesifikasi yang bisa dibilang cukup rendah jika dibanding dengan smartphone saat ini. Lihat saja, vendor smartphone android saat ini sudah bersaing dengan menyuguhkan ponsel android berotak dual core, quad core, hexa core, octa core bahkan dexa core.

Tak cukup sampai di situ, kamerapun ikut mengalami perkembangan. Awalnya smartphone android hanya memiliki kamera belakang 2 megapixel dengan kamera depan VGA. Beberapa tahun yang lalu smartphone berkamera belakang 5 megapixel dan kamera depan 2 megapixel sudah lumayan bagus, banyak orang yang ingin memiliki. Sekarang? Banyak smartphone android yang dibekali dengan kamera belakang 8 megapixel, 13 megapixel, 16 megapixel bahkan sampai 23 megapixel. Untuk kamera depan ada yang 2 megapixel, 5 megapixel, 8 megapixel 13 megapixel bahkan 16 megapixel.

Masih banyak perbedaan spesifikasi beserta fitur-fitur yang ada dalam smartphone terdahulu dengan smartphone saat ini. Yang jelas semua pernah menjadi tekhnologi tercanggih pada masanya. Semakin tinggi spesifikasi yang disematkan dalam sebuah smartphone maka semakin mahal pula harga dari smartphone tersebut.

Asus Zenfone harga murah spesifikasi dewa

Saya masih ingat pertama kali Asus merilis smartphone android generasi pertamanya. Di tahun 2014, saya dan teman-teman memburu Asus Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Asus Zenfone 4 berlayar 4 inchi memiliki RAM 1 GB dengan memori internal sebesar 8 GB. Asus Zenfone 5 berlayar 5 inchi dibekali dengan RAM sebesar 1/2 GB dan memori internal 8/16 GB. Dan si bongsor Asus Zenfone 6 yang menjadi smartphone android termahal diantara ketiganya memiliki layar 6 inchi disemati RAM 2 GB dan memori internal 16/32 GB.

Kami memburu ketiga varian Zenfone itu lantaran memiliki spesifikasi dewa dengan tebusan harga yang murah. Jika dibandingkan dengan smartphone lain dikelasnya waktu itu jelas ini adalah smartphone termurah namun tidak murahan. Kita sudah mengetahui, pertama kali keluar Zenfone 5 dengan RAM 2 GB dan memori internal 8 GB dibanderol dengan harga 2,3 juta. Sedangkan merk lain untuk spesifikasi yang hampir sama dibanderol dengan harga di atas 3,5 juta.

Asus Zenfone membuat blog saya bertahan

Pada bulan Agustus 2014 akhirnya saya resmi meminang Asus Zenfone 5. Saya pelajari setiap masalah yang ada di smartphone ini. Setelah masalah terpecahkan, iseng-iseng saya tuliskan tutorialnya dalam sebuah blog. Blog mana lagi kalau bukan blog yang sedang Anda baca ini, blog yang sebagian besar isinya membahas tentang Asus Zenfone. Alhamdulillah semakin hari artikel semakin banyak yang membaca.

Memiliki Asus Zenfone 5 membuat saya doyan menulis lagi. Ya, walaupun ada kalanya saya malas menulis untuk waktu yang lama. Bisa dibilang memang saya seorang blogger yang malas, buktinya di usia blog ini yang hampir menyentuh 2 tahun jumlah artikel baru ada 50an. Tapi setidaknya saya memiliki kemauan untuk menulis dan berbagi. Biasanya setelah ada 5 artikel blog saya hapus dan membuat blog dengan alamat dan tema baru. Jadi, ini suatu pencapaian yang luar biasa bagi saya bisa memiliki blog dengan 50an judul artikel.

Upgrade Asus Zenfone 5 menjadi Xiaomi Redmi 3

Setelah jaringan 4G resmi digunakan di Indonesia, saya berfikir untuk memiliki sebuah smartphone yang support jaringan 4G. Tapi awal-awal saya masih menunda karena jaringan 4G belum merata di seluruh wilayah. Tapi setelah tempat tinggal saya tercover jaringan 4G saya bergegas untuk mengganti Asus Zenfone 5 saya yang masih mentok di 3G.

Spesifikasi Xiaomi Redmi 3 RAM 3 GB memori Internal 32 GB
Xiaomi Redmi 3

Pergi ke konter hp akhirnya saya beli Xiaomi Redmi 3 dengan RAM 3 GB dan memori internal 32 GB. Browsing di internet katanya Redmi 3 sudah support jaringan 4G, makanya saya beli. Tapi ternyata Redmi 3 yang garansi resmi TAM belum support 4G karena setelah masuk ke Indonesia jaringan 4G dikunci (locked)dengan alasan terbentur aturan pemerintah yang mengharuskan kandungan lokal minimal 30%.

Memang benar Xiaomi Redmi 3 sebenarnya sudah support jaringan 4G. Buktinya kemarin saya membeli Xiaomi Redmi 3 garansi distributor untuk saudara saya, ternyata internet dengan jaringan 4G di smartphone tersebut lancar. Berarti dengan sedikit oprek nantinya Xiaomi Redmi 3 garansi resmi milik saya akan bisa menangkap jaringan 4G juga.

Nah, karena sekarang saya pengguna smartphone android Xiaomi Redmi 3 dan Asus Zenfone 5 sudah laku terjual, mulai sekarang tutorial yang ditulis disini akan saya praktekkan dengan menggunakan smartphone Xiaomi Redmi 3.
Sebagai penutup, berikut ini spesifikasi Xiaomi Redmi 3 yang akan saya gunakan:

SPESIFIKASI
XIAOMI REDMI 3

Rilis Januari 2016
Jaringan GSM/CDMA/HSPA/EVDO/LTE (2G/3G/4G)
SIM Dual SIM, dual standby (Micro SIM & Nano SIM)
Layar 5 inchi IPS LCD Capacitive touchscreen
720 x 1280 piksel (~294 ppi)
Multitouch
Versi Android Lollipop versi 5.1
Chipset Qualcomm MSM8939v2 Snapdragon616
CPU Octa-core Max 1,5GHz
GPU Adreno 405
RAM 3 GB
Memori Internal 32 GB
Memori Eksternal MicroSD sampai 256 GB (menggunakan slot SIM 2)
Kamera Belakang 13 Mp, depan 5 Mp
Konektifitas Wifi, Bluetooth, Infra merah, microUSB v2.0
Sensor Accelerometer, Gyro, Proximitry, Compass, Fingerprint
Baterai Non-removable Li-ion 4100 mAh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*